3 pesan penting hari raya idul fitri


SQ Blog - Alhamdulillah atas izin dan berkat Allah SWT, sampailah kita pada hari yang telah kita nanti-nantikan. Suasana bahagia dan gembira meliputi seluruh kaum muslimin di penjuru dunia. Menyambuat hari raya idul fitri tahun 1447 H.

Sambil mengucapkan syukur atas nikmat ini, pantas bagi kaum muslimin dan muslimat mengucapkan doa:

جعلنا الله وإياكم من العائدين والفائزين والمقبولين.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang kembali kepada fitrah, orang-orang yang menang, dan diterima semua amal ibadahnya.
Dalam doa tersebut tersurat 3 pernyataan, yaitu kembali fitrah, meraih kemenangan, dan termasuk golongan makbulin. Kembali fitrah artinya, baik, bersih, dan suci seperti bayi yang baru lahir dari perut ibunya. Meraih kemenangan artinya telah berhasil melaksanakan berbagai ibadah dan amaliah lainnya selama sebulan ramadhan penuh. Dan golongan makbulin artinya termasuk orang-orang yang diterima dan dilipatgandakan amal ibadah dan kebaikannya.

Dengan sadar dan kenyakinan penuh, sampailah kita di hari kemenangan ini atas pertolongan dan anugerah dari Allah SWT. Oleh karenanya, sudah sepatutnya mengingat firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 187:

وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ.


Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur. (Q.S. Al-Baqarah : 185)
Mencukupkan bilangan ramadahan 1 bulan penuh, boleh jadi 29 hari atau 30 hari. Dan kedua-duanya adalah sempurna di sisi Allah SWT. Dan kemudian membesarkan nama Allah dengan mengumandangkan takbir atas segala petunjuknya. Sejak sore hari menjelang matahari terbenam, kumandang takbir bergema di masjid, musholla, dan berbagai tempat lainnya. Dan pada akhirnya hendaknya bersyukur kepada Allah atas berbagai nikmatnya tersebut.

Maka, Pesan Pertama yang dapat disampaikan, mari menjadi insan yang senantiasa bersyukur kepada Allah SWT. Alhamdulillah, Allah masih memberikan umur panjang dan mempertemukan dengan hari kemenangan ini, memberikan kekuatan dan kesehatan dalam menjalankan ibadah dan kebaikan selama ramadhan, menguatkan keimanan dan ketakwaan kepada-Nya. Dalam surat Ibrahim ayat 7 diingatkan:
 

لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ.

Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari nikmat-Ku, sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras. (Q.S. Ibrahim : 7)
Sekali lagi kita ingatkan pesan pertama di hari kemenangan ini, mari menjadi insan yang senantiasa bersyukur atas segala anugerah dan nikmat-nikmatnya. Diawali dengan mengucapkan syukur alhamdulillah di lisan, lalu dibuktikan dengan ibadah dan kebaikan melalui anggota badan, serta menyakini sepenuh hati bahwa semuanya atas anugerah dan nikmat dari Allah semata. Dalam surat Ad-Dhuha disebutkan:

وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ.

Dan terhadap nikmat-Ku maka ungkapkanlah dengan bersyukur. (Q.S. Ad-Dhuha : 11)

Di antara nikmat tersebut adalah masih mempertemukan hari kemenangan ini dalam keadaan fitrah. Salah satu artinya bahwa suci dan bersih dari dosa. Persoalannya kemudian, kita tidak hanya berbuat salah kepada Allah, tetapi juga berbuat khilaf kepada sesama. Hakikat fitrah, melepaskan segala dosa dengan bertaubat kepada Allah dan meminta maaf atas segala kesalahan kepada sesama.

Maka Pesan Kedua, mari jadikan momentum hari kemenangan ini untuk saling maaf memaafkan. Nuansa ramadhan menjadi kesempatan terbaik untuk saling bersilaturahim dan mempererat hubungan kekerabatan di antara sesama. Dengan harapan dapat meraih taubat nasuha untuk membersihkan dosa dan khilaf.

Disebutkan oleh imam Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad bahwa salah satu doa malaikat Jibril a.s yang diaminkan oleh Nabi Muhammad SAW adalah:

شقي عبد أدرك رمضان فانسلخ منه ولم يغفر له فقلت آمين.

Sungguh celaka seorang hamba yang mendapati ramadhan lalu ramadhan berlalu, tetapi tidak menyebabkan ia diampuni dengannya, maka aku menjawab aamiin. (H.R. Al-Bukhari)
Demikianlah nuansa ramadhan dan idul fitri, melahirkan semangat kasih sayang dan maaf memaafkan di antara sesama. Menciptakan kehidupan yang harmonis, bahagia dan tentram. InsyaAllah di dunia ini dan sampai di akhirat kelak.

Pesan ketiga, usai membina diri dalam bulan suci ramadhan menuju bulan syawwal hendaknya tetap menjaga motivasi ibadah dan kebaikan. Ramadhan boleh berlalu tetapi semangat ramadhan tetap dipertahankan. Salah satu maksud ayat (وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ), sempurnakanlah dan jaga semangat ibadah dan kebaikan ramadhan.

Puasa boleh berlalu, tetapi semangat menjaga anggota tubuh tetap dijaga dari hal-hal yang tercela. Menjaga lisan dari berkata buruk, menjaga tangan dari yang bukan haknya, menjaga kaki dari melangkah ke arah maksiat, dan seluruh anggota tubuh lainnya.

Pendek kata, kita pertahankan kebaikan-kebaikan yang telah kita bina dan tanamkan di bulan ramadhan. Baik itu berupa kebaikan jasmani dengan hikmah yang dapat diraih dalam ibadah ramadhan seperti puasa. Kebaikan ruhani berupa pembersihan qalbu dengan berbagai ibadah wajib dan sunnah. Demikian juga kebaikan ijtimaiyah berupa kebaikan sosial dengan berbagi melalui ibadah zakat fitrah, zakat mal, infaq, dan sedekah lainnya.


Ramadhan adalah bulan latihan, maka suatu latihan yang berhasil akan nampak pada bulan-bulan setelahnya jika melahirkan keistiqomahan dalam ibadah dan kebaikan. Ini pesan ketiga untuk senantiasa menjaga motivasi ibadah dan amal sholeh. Allah SWT mengingatkan:

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ. أُولَئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ خَالِدِينَ فِيهَا جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ.

Sesungguhnya orang-orang yang berkata: Tuhan kami adalah Allah, kemudian tetap istiqamah. Maka tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak pula bersedih. Mereka itulah para penghuni surga dan kekal di dalamnya sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan. (Q.S. Al-Ahqaf : 13-14)
Demikian, 3 pesan penting yang dapat disampaikan di hari kemenangan ini. Senantiasa bersyukur atas anugerah dan nikmat-nikmat-Nya; menanamkan rasa kasih sayang dan maaf memaafkan kepada sesama; serta melahirkan istiqamah untuk senantiasa menjaga motivasi dalam ibadah dan kebaikan kepada Allah SWT.

Sekian

Hari raya idul fitri, hari raya id, saling maaf memaafkan, halal bihalal, istiqomah di bulan syawwal

Labels: , ,
This is the most recent post.
Posting Lama

Posting Komentar

[blogger][facebook]

SQ Blog

{picture#https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimSap9ccYY8FQp44yNvjVK6lRtOVpD-gpVKKWSk__oyc8ChkbooHIuh52uDXiZGchcOoPlIazgMEjOjQ5r0b-DftM48h8gDub2yWyKzDdH1VSYDrsmbf1qfYgl5hKaEuiAW8WAQeTmErDqcHjIm3C4GJKWRJv52o5uHAW10S2gOWj4o8nMsdahVxSo/s500/sq%20vlog%20official%20logo%20png%20full.png} SQ Blog - Wahana Ilmu dan Amal {facebook#https://web.facebook.com/quranhadisblog} {youtube#https://www.youtube.com/user/Zulhas1}

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.