Isyarat Ilmiah dalam Al-Quran
SQ Blog - Kemukjizatan Al-Quran merupakan objek kajian yang luas yang senantiasa dikaji dari zaman dahulu hingga sekarang. Salah satu sisi kemukjizatan Al-Quran yang banyak dibicarakan bahkan menjadi dikursus pada saat ini adalah mukjizat ilmiah dalam ayat-ayat Al-Quran. Banyak buku yang membahas tentangnya serta menjadi topik hangat dalam berbagai diskusi dan muktamar.
أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللَّهِ لَوَجَدُوا فِيهِ اخْتِلَافًا كَثِيرًا.
Metodologi Quraniyyah
- Metodologi Historis, Sangat banyak pernyaatan dalam Al-Quran yang mengajak kita meliahat peristiwa-peristiwa penting yang telah berlalu untuk dijadikan ibarah. Seperti kisah kehancuran bani ‘Ad, Tsamud, Firaun, Luth dan kaum-kaum yang lainnya (QS. Muhammad [47]: 10).
- Metodologi Komparatif, Metode ini sangat lazim dalam pernyataan ayat-ayat Al-Quran sebagaimana dinyatakan dalam surah Ar-Rad [13]: 4. Ayat diatas memberikan keterangan bahwa kurma dari Madinah berbeda dari kurma Jazirah Arab.
- Metode Peramalan, Metode ini merupakan cara untuk mengungkapkan apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Salah satu contoh peramalan yang terbukti benar dalam Al-Quran mengenai kekalahan dan kemenangan perang antara Romawi dan Persia sebagaimana diterangkan dalam surat Ar-Rum ayat 2 sampai 4.
- Metode Observasi, Paradigma Al-Quran mengenai metode observasi lebih sering dihubungkan dengan metode pendidikan dan pengajan. Pendidikan Luqman atas anak-anaknya merupakan contoh klasik yang sangat menarik dalam kasusu ini (QS. Lukamn [31]: 12-19).
- Metode Pemicu, metode ini dikembangkan melalui kesamaan terobosan pada satu sistem yang belum sesuai agama dan efektivitasnya sudah terbukti oleh konsep Al-Quran.
- Metode Klinis, Metode Klinis berhubungan dengan perhatian individu atau kelompok yang sangat intensif mengenai permasalahan yang terjadi dalam masnyarakat. Dengan kesadaran penuh, Rasulullah memberikan perhatian khusus terhadap status individu atau kelompok sehingga muncul perasaan persaudaraan muslim (QS. Al-Fath [48]: 29).
- Metode Prilaku, cara ini sangat mencolok dalam islam terutama dalam mengungkapakan kesadaran diri individual atau kelompok sehingga nampak perbedaan anatara mukmin, munafik, kafir dan fasik.
- Metode Empiris/Induksi, metode ini sudah dikenal luas di dunia ilmu pengetahuan modern terutama dalam mengungkapkan dunia benda-benda mati. Sedangkan, untuk benda benda hidup tabir ini disingkapkan untuk mengungkapkan rahasia DNA/RNA. Banyak obyek ilmu pengetahuan dirangsang untuk diselidiki dengan metode ini. Diantaranya teori Hibernisasi atau tidur panjang yang ditemukan dalam kisah Ashabul Kahfi (QS. Al-Kahfi [18]: 10-25).
- Menolak keragu-raguan dalam perkara yang pasti,
- Tidak mengikuti hawa nafsu dan emosi dalam lapangan ilmu pengetahuan,
- Menolak taklid buta kepada bapak-bapak dan nenek moyang,
- Penolakan untuk tunduk terhadap tuan-tuan dan pembesar-pembesar,
- Memerintahkan merenungkan ayat-ayat kauniyah dan melarang beribadah dengan dimensi akal.







