4 Jalan Meraih Ridha Allah selama dan sesudah Ramadhan

SQ Blog - Penetapan 1 syawwal tiap negara bahkan daerah berpotensi memiliki perspektif dan perbedaan masing-masing. Dan perbedaan ini dalam Islam adalah sesuatu yang biasa. 

Hal ini dilatarbelakangi oleh beberapa perbedaan, baik perbedaan metode antara metode hisab (perhitungan) atau rukyat (melihat langsung); perbedaan letak geografis yang mempengaruhi visibilitas hilal; maupun perbedaan kriteria yang digunakan oleh masing-masing otoritas keagamaan tiap negara.

Terlepas dari perbedaan tersebut, pertanyaan yang patut diperhatikan, apakah Allah SWT sudah ridha terhadap amaliah yang telah dilaksanakan?


Demikian harapan yang senantiasa didambakan sejak awal ramadhan hingga hari terakhir. Hal ini nampak dalam doa yang dibaca setiap hari menjelang berbuka puasa.

أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلَهَ إِلاَّ اللّه، أَسْتَغْفِرُ اللّه، أَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ.

Doa tersebut sesuai dengan hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah dalam kitab shahihnya, meskipun didhaifkan oleh sejumlah ulama. Dalam riwayat tersebut disebutkan:

أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ أَظَلَّكُمْ شَهْرٌ عَظِيمٌ ، شَهْرٌ مُبَارَكٌ ، شَهْرٌ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ.

Wahai sekalian manusia telah datang kepada kalian bulan yang mulia, bulan yang penuh berkah, bulan yang di dalamnya terdapat malam yang lebih baik daripada 1000 bulan (Lailatul Qodar).

Dalam potongan keterangan berikutnya kemudian disebutkan:

 وَاسْتَكْثِرُوا فِيهِ مِنْ أَرْبَعِ خِصَالٍ.

Perbanyaklah di dalamnya dengan 4 perkara

4 perkara tersebut diberikan keterangan lanjutan bahwa: 

خَصْلَتَيْنِ تُرْضُونَ بِهِمَا رَبَّكُمْ ، وَخَصْلَتَيْنِ لاَ غِنًى بِكُمْ عَنْهُمَا.

2 perkara tersebut jika di amalkan dapat mendatangkan ridha Allah kepada kalian, dan 2 perkara lainnya jangan sampai tidak kalian raih.

Apa 4 perkara tersebut?

فَأَمَّا الْخَصْلَتَانِ اللَّتَانِ تُرْضُونَ بِهِمَا رَبَّكُمْ : فَشَهَادَةُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ ، وَتَسْتَغْفِرُونَهُ.

2 perkara dari 4 perkara tersebut yang dapat mendatangkan rahmat kepada kalian adalah senantiasa bersyahadat bahwa tiada Tuhan selain Allah dan perbanyaklah beristighfar kepada-Nya.


Perkara pertama; Senantiasa bersyahadat bahwa tiada Tuhan selain Allah. Senada dengan pesan Nabi kepada para sahabat:

جَدِّدُوا إِيمَانَكُمْ ، قِيلَ : يَا رَسُولَ اللهِ ، وَكَيْفَ نُجَدِّدُ إِيمَانَنَا ؟ قَالَ : أَكْثِرُوا مِنْ قَوْلِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ. 

Perbaharuilah iman kalian. Para sahabat bertanya, wahai Rasulullah bagaimana kami memperbahrui iman kami? Rasulullah menjawab : perbanyaklah mengucapkan laailaha illallah (tidak ada Tuhan selain Allah). (H. R. Ahmad)

Hadis ini diyakini dhaif juga oleh beberapa ulama. Namun dalam keterangan riwayat tersebut dapat dipahami bahwa syahadat adalah pondasi keimanan. Sebagai pondasi, maka harus dibina terlebih dahulu sebelum amaliah yang lainnya dilaksanakan.  

Perkara kedua; Perbanyak istighfar kepada Allah atas segala khilaf dan dosa. Dan ini merupakan di antara karakter orang-orang yang betakwa. Dalam surat Ad-Dzariyat ayat 15-18 disebutkan:

إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ. آخِذِينَ مَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْ إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَلِكَ مُحْسِنِينَ. كَانُوا قَلِيلًا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ. وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ.

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam surga yang penuh taman-taman dan mata air. Mereka dapat mengambil apa saja yang dianugerahkan Tuhan kepada mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu adalah orang-orang yang berbuat kebaikan. Mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam dan pada akhir malam mereka memohon ampunan kepada Allah. (Q.S. Ad-Dzariyyat : 15-18)

Demikian juga dicontohkan baginda Rasulullah SAW bahwa beliau senantiasa beristighfar meskipun terhindar dari segala dosa dan sudah mendapatkan jaminan sorga di sisi Allah SWT. Disebutkan dalam hadis riwayat Imam Al-Bukhari dan Muslim sebagai berikut:

وَاللَّهِ إِنِّي لأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ فِي الْيَوْمِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَّةً.

Demi Allah. Sungguh aku selalu beristighfar dan bertaubat kepada Allah dalam sehari lebih dari 70 kali. (H. R. Al-Bukhari)

وَإِنِّى لأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ فِى الْيَوْمِ مِائَةَ مَرَّةٍ.

Dan sesungguhnya aku sungguh-sungguh beristighfar kepada Allah dalam saatu hari sebanyak 100 kali. (H. R. Muslim)

Setelah disebutkan 2 hal yang dapat mendatangkan ridha Allah, kemudian disebutkan 2 hal lainnya yang harus diraih, yaitu:

وَأَمَّا اللَّتَانِ لاَ غِنًى بِكُمْ عَنْهمَا : فَتُسْأَلُونَ اللَّهَ الْجَنَّةَ ، وَتَعُوذُونَ بِهِ مِنَ النَّارِ.

Adapun 2 hal yang jangan sampai kalian tidak meraihnya di ramadhan ini, yaitu mengharapkan surga dan berlindung dari siksa neraka.


Perkara ketiga dan perkara keempat dalam riwayat yang telah disebutkan di awal yaitu meraih kebahagiaan dan kesuksesan yang sesunguhnya, yaitu menjadi ahlul jannah dan terhindar dari siksa api neraka. Dalam surat Ali Imran ayat 185 diingatkan:

فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ.

Siapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh dia memperoleh kemenangan. (Q.S. Ali Imran : 185)

Inilah dambaan setiap orang-orang yang beriman. Sehingga dalam doa mereka juga senantiasa mengharapkan hal ini. Dalam surat Al-Baqarah ayat 201-202 disebutkan:

وَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ . أُولَئِكَ لَهُمْ نَصِيبٌ مِمَّا كَسَبُوا.

Di antara manusia ada yang berdoa, “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungilah kami dari azab neraka.” Mereka itulah yang memperoleh bagian dari apa yang telah mereka kerjakan. (Q. S. Al-Baqarah : 201-202)

[tab] [content title="Ibnu Khuzaimah"]Shahih Ibnu Khuzaimah[/content] [content title="Lihat Riwayat Hadis"]حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ السَّعْدِيُّ ، حَدَّثَنَا يُوسُفُ بْنُ زِيَادٍ ، حَدَّثَنَا هَمَّامُ بْنُ يَحْيَى ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ زَيْدِ بْنِ جُدْعَانَ ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ ، عَنْ سَلْمَانَ قَالَ : خَطَبَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي آخِرِ يَوْمٍ مِنْ شَعْبَانَ فَقَالَ : أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ أَظَلَّكُمْ شَهْرٌ عَظِيمٌ ، شَهْرٌ مُبَارَكٌ ، شَهْرٌ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ ، جَعَلَ اللَّهُ صِيَامَهُ فَرِيضَةً ، وَقِيَامَ لَيْلِهِ تَطَوُّعًا ، مَنْ تَقَرَّبَ فِيهِ بِخَصْلَةٍ مِنَ الْخَيْرِ ، كَانَ كَمَنْ أَدَّى فَرِيضَةً فِيمَا سِوَاهُ ، وَمَنْ أَدَّى فِيهِ فَرِيضَةً كَانَ كَمَنْ أَدَّى سَبْعِينَ فَرِيضَةً فِيمَا سِوَاهُ ، وَهُوَ شَهْرُ الصَّبْرِ ، وَالصَّبْرُ ثَوَابُهُ الْجَنَّةُ ، وَشَهْرُ الْمُوَاسَاةِ ، وَشَهْرٌ يَزْدَادُ فِيهِ رِزْقُ الْمُؤْمِنِ ، مَنْ فَطَّرَ فِيهِ صَائِمًا كَانَ مَغْفِرَةً لِذُنُوبِهِ وَعِتْقَ رَقَبَتِهِ مِنَ النَّارِ ، وَكَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْتَقِصَ مِنْ أَجْرِهِ شَيْءٌ ، قَالُوا : لَيْسَ كُلُّنَا نَجِدُ مَا يُفَطِّرُ الصَّائِمَ ، فَقَالَ : يُعْطِي اللَّهُ هَذَا الثَّوَابَ مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا عَلَى تَمْرَةٍ ، أَوْ شَرْبَةِ مَاءٍ ، أَوْ مَذْقَةِ لَبَنٍ ، وَهُوَ شَهْرٌ أَوَّلُهُ رَحْمَةٌ ، وَأَوْسَطُهُ مَغْفِرَةٌ ، وَآخِرُهُ عِتْقٌ مِنَ النَّارِ ، مَنْ خَفَّفَ عَنْ مَمْلُوكِهِ غَفَرَ اللَّهُ لَهُ ، وَأَعْتَقَهُ مِنَ النَّارِ ، وَاسْتَكْثِرُوا فِيهِ مِنْ أَرْبَعِ خِصَالٍ : خَصْلَتَيْنِ تُرْضُونَ بِهِمَا رَبَّكُمْ ، وَخَصْلَتَيْنِ لاَ غِنًى بِكُمْ عَنْهُمَا ، فَأَمَّا الْخَصْلَتَانِ اللَّتَانِ تُرْضُونَ بِهِمَا رَبَّكُمْ : فَشَهَادَةُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ ، وَتَسْتَغْفِرُونَهُ ، وَأَمَّا اللَّتَانِ لاَ غِنًى بِكُمْ عَنْهمَا : فَتُسْأَلُونَ اللَّهَ الْجَنَّةَ ، وَتَعُوذُونَ بِهِ مِنَ النَّارِ ، وَمَنْ أَشْبَعَ فِيهِ صَائِمًا سَقَاهُ اللَّهُ مِنْ حَوْضِي شَرْبَةً لاَ يَظْمَأُ حَتَّى يَدْخُلَ الْجَنَّةَ.[/content] [/tab]

Demikianlah 4 perkara yang menjadi tujuan penting untuk diraih di bulan ramadhan yang penuh berkah. Semoga dapat dipertahankan di bulan syawwal ini dan juga pada bulan-bulan berikutnya. 

Keempat perkara tersebut menjadi lantunan zikir dan doa yang senantiasa dibaca. Dan semoga senantiasa diresapi pesan dan hikmah di dalamnya.

أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلَهَ إِلاَّ اللّه، أَسْتَغْفِرُ اللّه، أَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ.

Aamiin yaa Rabbal Aalamiin

Ridha Allah di bulan ramadhan, syahadat dan istighfar, rahasia doa dan zikir menjelang puasa, zikir berbuka puasa, istighfar kepada Allah, kesuksesan

Labels: , ,

Posting Komentar

[blogger][facebook]

SQ Blog

{picture#https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimSap9ccYY8FQp44yNvjVK6lRtOVpD-gpVKKWSk__oyc8ChkbooHIuh52uDXiZGchcOoPlIazgMEjOjQ5r0b-DftM48h8gDub2yWyKzDdH1VSYDrsmbf1qfYgl5hKaEuiAW8WAQeTmErDqcHjIm3C4GJKWRJv52o5uHAW10S2gOWj4o8nMsdahVxSo/s500/sq%20vlog%20official%20logo%20png%20full.png} SQ Blog - Wahana Ilmu dan Amal {facebook#https://web.facebook.com/quranhadisblog} {youtube#https://www.youtube.com/user/Zulhas1}

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.